PSSI Harus Berbenah dalam Sebulan
Jakarta - Indonesia untuk sementara dinyatakan tidak terkena sanksi FIFA. Namun, PSSI harus berbenah dalam waktu sebulan atau FIFA otomatis akan menjatuhkan sanksi."Komite eksekutif juga memutuskan, apabila kondisi ini tidak dipenuhi sampai 30 Juni 2011, PSSI akan otomatis dikenai sanksi pada 1 Juli 2011," itu adalah bunyi penggalan terakhir dari statemen yang dikeluarkan FIFA.
Apa saja kondisi yang mereka maksud? Ada beberapa poin, yang utama adalah meminta Komite Normalisasi (KN) untuk melangsungkan kongres, seperti yang sudah diwewenangkan FIFA kepada mereka.
Kabar ini sendiri sudah didapat dari Ketua KN, Agum Gumelar, beberapa waktu silam, sebelum FIFA mengeluarkan rilis resmi dalam situs mereka.
Namun, melaksanakan kongres bukanlah satu-satunya syarat. Simak dua yang lainnya.
"Mengacu pada regulasi dan keputusan FIFA sebelumnya, empat orang yang sudah dilarang sebelumnya tetap tak bisa dicalonkan, dan tetap mengingatkan supaya liga tandingan (LPI, red) untuk berada di bawah kontrol PSSI."
Ya, FIFA tetap melarang empat nama yang sudah dilarang sebelumnya; Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toisutta. Syarat lainnya, LPI juga harus dimasukkan ke bawah naungan PSSI.
Nurdin dan Nirwan sudah tidak mencalonkan diri lagi pada kongres terakhir pada 20 Mei. Demikian pula Arifin dan George. Namun, kelompok pemilik suara (K-78) masih memperjuangkan dua nama terakhir untuk ikut pemilihan.
Dengan keputusan terakhir FIFA, patut ditunggu apakah mereka masih mencalonkan Arifin dan George atau tidak.
Di sisi lain, PSSI juga mendapatkan keharusan untuk segera duduk dan berbicara dengan kubu LPI setelah FIFA meminta liga tersebut berada di bawah naungan federasi sepakbola nasional Indonesia tersebut.
FIFA sendiri di dalam statemennya mengatakan bahwa ini adalah kesempatan terakhir bagi PSSI. Andai kondisi ini tidak dipenuhi sampai 30 Juni, maka sanksi kepada Indonesia pasti dijatuhkan.
Semalam, Senin (30/5/2011), ada dua negara yang sanksinya dicabut oleh FIFA, Bosnia dan Herzegovina serta Brunei Darussalam. Bosnia hanya menjalani hukuman selama dua bulan, sebaliknya Brunei selama 20 bulan.
Durasi hukuman keduanya jauh berbeda. Namun, yang menjadi catatan adalah sanksi kedua negara itu dicabut setelah keduanya menuruti apa yang diperkenankan oleh FIFA.




0 Komentar:
Posting Komentar