Villas-Boas Mulai 'Unjuk Kekuatan'
London - Manajer anyar Chelsea Andre Villas-Boas mulai "unjuk kekuatan". Sejumlah staf kepelatihan klub dia copot. Pria asal Portugal itu juga membatalkan sebuah laga pra-musim.Villas-Boas adalah salah satu manajer yang fenomenal di musim 2010/2011. Pria 33 tahun itu berhasil mengantar timnya FC Porto menjadi juara.
Mulai musim depan, Villas-Boas melakukan satu langkah yang lebih maju lagi. Dia akan berpetualang di salah satu kompetisi yang cukup glamor yakni Premier League. Adalah Chelsea yang menunjuk Villas-Boas sebagai manajer menggantikan Carlo Ancelotti.
Menjadi manajer Chelsea di bawah kekuasaan Roman Abramovich adalah sesuatu yang berat. Owner asal Rusia itu menuntut prestasi datang dalam waktu cepat.
Tantangan bagi Villas-Boas semakin bertambah ketika sejumlah pemain memiliki usia yang sebaya dengan dia. Kondisi ini tak menutup kemungkinan berpotensi membuat pria kelahiran 17 Oktober 1977 tersebut kurang mendapat respek dari anak buahnya.
Villas-Boas boleh jadi tengah berusaha menjawab keraguan itu. Dia mulai menunjukkan kekuasaannya sebagai manajer klub. Sejumlah backroom staff Chelsea dia copot dari jabatannya.
Yang telah menjadi "korban" dari kebijakan Villas-Boas adalah Paul Clement (asisten pelatih tim pertama), Glen Driscoll (pelatih kebugaran), dan Bryan English (dokter klub). Manajer pengganti Carlo Ancelotti itu dilaporkan tengah merayu sejumlah staf dari FC Porto untuk menjadi bagian dari "kabinet kerja"-nya.
Kekuasaan Villas Boas tak berhenti di situ. Dia membatalkan salah satu laga persahabatan melawan Vitesse Arnheim di Belanda pada 9 Juli mendatang. Sang manajer The Blues beralasan bahwa jadwal tersebut terlalu mepet dengan agenda latihan pertama yang dilakukan Frank Lampard dkk pasca liburan, yakni pada Senin pekan depan.
Chelsea telah meminta maaf atas batalnya pertandingan ini. Tim yang bermarkas Stamford Bridge itu juga berjanji mengembalikan uang bagi yang sudah terlanjut membeli tiket.
Kubu Vitesse mengaku kecewa dengan pembatalan ini. "Kami baru diberitahu akhir pekan kemarin bahwa pertandingan ini tak jadi berlangsung. Bagi kami informasi itu terlalu terlambat bagi kami untuk mempersiapkan laga alternatif sebagai penggantinya," kata managing director klub Paul van der Kraan dikutip dari Guardian.
"Ini merupakan konsekuensi yang sangat mengganggu, terutama bagi suporter kami. Kami sudah berusaha keras untuk mengorganisir pertandingan ini, dan kami sebelumnya telah menawarkan bagi pemegang tiket musiman bahwa ini merupakan pertandingan bonus."
"Mereka semua akan mendapatkan kompensasi, dan penonton yang membeli tiket reguler juga akan mendapatkan uangnya kembali. Namun ini kekecewaan besar bagi klub dan suporter."




0 Komentar:
Posting Komentar